Mata
Kuliah Profesi Keguruan
Dosen Pengampu: Dr. Muh. Jamil Barambangi, M.Pd
MAKALAH
DAMPAK
KEBUDAYAAN TERHADAP PROFESI GURU
HESRON
Y.
H04
17 505
Kelas
B
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULAWESI BARAT
2019
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkatt
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah
ini merupakan sala satu tugas dalam rangka dalam rangka melengkapi tugas mata
kuliah Filsafat Sains. Adapun judul dari makalah ini adalah “Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru”. Isi
makalah ini dilengkapi dengan pendapat
dari beberapa Narasumber yang berprofesi sebagi guru sehingga dapat lebih
memudahkan kita memahami dampak kebudayaaan terhadap profesi guru.
Ucapan
terimah kasih kepada dosen mata kuliah Profesi Keguruan, Dr. Muh. Jamil
Barambangi, M.pd. , atas ilmu serta bimbingannya. Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih bersifat sederhana dan terbatas, baik isi maupun ruang
lingkup kajiannya. Oleh karena itu, diperlukan kritik dan saran yang membangun
guna memperbaiki penyusunan makalah berikutnya.
Harapan
penulis semoga makalah ini dapat menambah wawasan bagi setiap pembacanya dan menjadi bahan referensi kedepannya serta
melengkapi kekuarangan yang terdapat dalam makalah ini. Mengingat kurangnya
pengetahuan maupun pengalaman penulis.
Majene,
7 Juni 2019
Penulis
|
|
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
..... i
Daftar Isi
............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ...................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ................................................................................. 2
C.
Tujuan ................................................................................................... 2
D. Manfaat
................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Defenisi
kebudayaan dan profesi guru .......................................... 4
B.
Hubungan kebudayaan dengan profesi guru ................................. 7
C.
Dampak yang ditimbulkan kebudayaan
terhadap profesi guru ..... 9
D. Solusi
mengatasi dampak yang ditimbulkan kebudayaan ............. 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
......................................................................................... 12
B. Saran
................................................................................................... 12
Daftar Pustaka
............................................................................................... 13
Lampiran
.............................................................................................................. 14
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru
merupakan sala satu profesi yang sangat banyak digeluti oleh orang-orang di
masa kini. Selain karena dianggap sala satu profesi yang baik juga kerena
berbagai hal- hal lain seperti wadah untuk menuangakan talenta yang dimiliki
juga karena orang-orang tertarik dengan gaji yang lumayan untuk kehidupan
sehari hari apalagi ditambah dengan adanya sertifikasi membuat orang-orang
semakin mengejar profesi guru. Dalam dunia pendidikan tentunya tidak lepas
dengan peran salah satu profesi yaitu profesi guru. Dari 2 kata ini profesi dan
guru. Dimana Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan
terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi
profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk
bidang profesi tersebut (Suaidinmath, 2014).
Banyak
yang tidak menyangka bahwa terlepas dari itu, ternyata banyak juga
kendala-kendala yang dihadapi orang-orang yang berprofesi sebagi guru, sala
satunya adalah kebudayaan. Kebudayaan ini memberi pengaruh yang cukup besar
terhadap profesi guru, baik dampak positif maupun negatif. Dalam suatu
pendidikan tidak lepas dari hal yang namanya kebudayaan. Karenanya budaya tidak
tidak dapat dihilangkan dalam suatu dunia pendidikan. Budaya yang dimaksud
disini adalah tradisi, nilai, norma dan kebijakan yang menjadi acuan dan
keyakinan yang ada sejak dahulu. Dalam dunia pendidikan sejak dahulu kemauan
peserta didik akan belajar sangat tinggi karena tidak segampang sekarang ini
menduduki/merasakan dunia pendidikan. Berbeda dengan era globalisasi sekarang
ini para kalangan anak-anak mulai dari usia yang menginjakkan kaki sekolah
dasar pun sudah terbilang mudah untuk merasakan yang namanya masuk sekolah.
Selain itu, nila etika dan moral pun juga berbeda pada kalangan peserta didik
dahulu sangat mementingkan nilai etika dan moral sesuai dengan suku atau budaya
yang ada didaerahnya, berbeda dengan sekarang para peserta didik semenah-menah
melakukan apapun yang mereka sukai, kurang menghargai guru, bertindak
seakan-akan mereka yang membangun sekolah ini dikarenakan karena mengambil nama
jabatan orang tuanya. Sehingga di era sekarang ini kebanyakan peserta didik
nilai-nilai budaya yang ada dalam dirinya pun sedikit demi sedikit mulai
menghilang yang disebebkan oleh opengaruh globalisasi dan proses pembangunan
karakter budayanya yang sudah menghilang. Dengan begitu untuk memahami lebih
lanjut maka akan dijelaskan dalam pembahasan makalah ini.
B.
Rumusan
Masalah
Adapaun rumusan masalah
dari makalah ini adalah :
1. Apa
defisini dari budaya dan profesi guru?
2. Bagaimana
hubungan antara budaya dan profesi guru di Indonesia ?
3. Apa
dampak positif budaya terhadap profesi guru?
4. Apa
dampak negatif budaya terhadap profesi guru ?
5. Bagaimana
solusi mengatasi dampak-dampak yang ditimbulkan budaya terhadap profesi guru?
6. Yang
mana yang perlu dikedepankan, budaya atau pendidikan?
C. Tujuan
Adapun
tujuan dari makalah ini adalah
1. Untuk
mengetahui apa defisini dari budaya dan profesi guru.
2. Untuk
mengetahui bagaimana hubungan antara budaya dan profesi guru di Indonesia ?
3. Untuk
mengetahui apa dampak positif budaya terhadap profesi guru ?
4. Untuk
mengetahui apa dampak negatif budaya terhadap profesi guru ?
5. Untuk
mengetahui bagaimana solusi mengatasi dampak-dampak yang ditimbulkan budaya
terhadap profesi guru ?
6. Untuk
mengetahui yang mana yang perlu dikedepankan, budaya atau pendidikan?
D.
Manfaat
Makalah
ini diharapkan dapat memberi sumbangan teoretis terkait dampak-dampak
kebudayaan terhadap pendidikan terkait dengan
profesi guru khususnya. Serta dapat menjadi referensi untuk semua pihak
terkhusus bagi kalangan yang berprofesi sebagai guru.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Budaya dan Profesi Guru
1.
Defenisi
Budaya Sesuai Hasil Wawancara
a.
Menurut
Drs. Arizenjaya, M.Eng.
Menurut Drs.
Arizenjaya, M. Eng. , budaya ialah kebiasaan atau cara hidup baik secara
individu maupun kolektif dari manusia sesuai dengan akal budi yang secara
dinamis mengalami perubahan sesuai dengan tantangan zaman. Didunia modern yang
sekarang ini tentu berbeda dengan 10 atau 100 tahun yang lalu karena kondisi
kondisi zamannya berbeda yang diimplementasikan dalam hidupnya. Cara hidup
orang-orang disekitar 50-an tahun yang lalu dengan perkasanya menunggangi Kuda
membawa segalah keperluan, di jaman yang sekarang di kota-kota termasuk didesa
sekalipun suda mulai menggunakan kendaraan seperti motor bahkan mobil.
b.
Hesron
Y.
Menurut Hesron Y. budaya ialah suatu pola
atau cara hidup yang menjadi ciri khas dan melekat dalam setiap individu atau
sekelompok manusia pada suatu tempat atau wilayah tertuntu yang menjadi
kebiasaan dalam hidup dan penghidupannya yang dipengaruhi oleh kondisi alam
lingkungan sekitar dan relatif mengalami perubahan sesuai dengan tantangan
Zaman. Setiap daerah atau tempat memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah
lainnya yang diwujudkan dalam polah hidup dan tingka lakunya, kebiasaan
masyarakat atau orang-orang yang ada di daerah dataran tinggi dan dataran
rendah berbeda, kebiasaan orang-orang yang berdomisili di suatu tempat atau
daerah seperti Mamasa, Mandar, Bugis dan Toraja tentunya berbeda yang dapat
diamati lewat pola hidup dan tingka laku orang-orang atau masyarakat tersebut.
2.
Definisi
Budaya Menurut Para Ahli
a.
Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara
berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
b.
Richard
brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagain mengacu pada cita-cita bersama secara
luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan
kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai
"benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi
diri mereka sebagai anggota masyarakat.
c.
Croydon
(1973: 4)
Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar
berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku
manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.
d. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan
sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu
komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita
dalam kelompok, membuat kita peka terhadap
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.
e. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang
manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU
yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
f. Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari
manusia dengan belajar.
g. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti
buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat,
yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya
guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib
dan damai.
3.
Defenisi
Profesi Guru
Guru adalah pendidik profesional dengan
tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal
pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pengertian guru diperluas menjadi
pendidik yang dibutuhkan secara dikotomis tentang pendidikan. Pada bab XI
tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Dijelaskan pada ayat 2 yakni pendidik
merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran. Hasil motivasi berprestasi, melakukan bimbingan dan pelatihan
serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi
pendidik pada perguruan tinggi.
Menurut Husnul Chotimah (2008) Guru dalam pegertian
sederhana adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan
dari sumber belajar ke peserta didik.
Menurut Dri Atmaka (2004: 17) pendidik adalah orang
dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam
perkembangan baik jasmani maupun rohaninya. Agar tercapai tingkat kedewasaan
mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai mahluk Tuhan, mahluk sosial dan
mahluk individu yang mandiri.
Menurut Mulyasa (2003: 53) pendidik harus
memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan
Nasional.
Menurut Ahmadi (1977: 109) pendidik adalah
sebagai peran pembimbing dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan
berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan
perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
Menurut Dr. Jamil Barambangi, M.Pd. profesi guru ialah segala hal
yang berkaitan dengan pengajaran, didikan, membimbing, menilai, dan
mengevaluasi proses pembelajaran dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik.
Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1993: 288) guru adalah orang yang pekerjaannya,
mata pencahariannya, dan profesinya mengajar.
B.
Hubungan
Budaya dengan Profesi Guru
1. Menurut Narasumeber Sesuai Hasil
Wawancara
a. Menurut
Drs. Arizenjaya, M.Eng.
Menurut Drs. Arizenjaya,
M.Eng. ,Budaya hasil akal budi manusia sangat erat hubungannya dengan profesi
guru. Budaya sangat berpengaruh terhadap profesi guru begitupun sebaliknya arah
dan kebijakan pendidikan mempengaruhi budaya. Pendidikan yang dinamis berpengaru
besar terhadap budaya di sekitar sehingga ada sebuah lingkaran yang tak
berpenghujung bahwa budaya dan pendidikan saling berhubungan yang dapat saling
mengubah. Dari hasil pemikiran manusia yang dapat menghasilkan mobil, handphone
yang pada awalnya dipengaruhi budaya juga hasilnya dapat berpengaru terhadap
budaya tersebut. Yang dulu menggunakan Kuda yang hidup dengan bahan makanan
bersumber dari alam seperti rumput, dizaman sekarang ini menggunakan Kuda yang
mati yang menggunakan mesin seperti mobil dan motor yang menggunakan energy
bahan bakar solar atau bensin yang merupakan hasil dari pemikiran manusia.
b. Menurut
Hesron Y.
Menurut Hesron Y.
,budaya dan profesi guru saling berkaitan erat. Dari budaya yang berlaku
disuatu tempat atau wilayah tertentu berpengaru besar terhadap profesi guru.
Misalnya dari polah atau cara mengajar guru yang berasl dari daerah pegunungan
yang biasanya erat dengan budaya nada bahasa yang keras, jika mendidik didaerah
yang dengan kebiasaan polah hidupnya lema lembut itu akan sengat berpengaru
terhadap profesinya sebagi guru. Bisa saja para peserta didik menganggap bahwa
guru tersebut tiap hari saat mengajar sedang marah, sehinggan karirnya sebagai
guru kurang professional. Juga profesi sebagai guru berpengaruh besar terhadap budaya.
Orang yang berprofesi sebagai guru tentunya berbeda cara atau polah hidupnya
dengan seorang petani. Misalnya dari cara berpakaian atau cara berbicaranya
berbeda. Sehingga profesi sabagi guru dan budaya itu saling berkaitan erat.
Salah satu bentuk
kongkrit dari sistem nilai yang dijadikan norma bagi masyarakat profesi adalah
“Kode Etik Profesi”. Kode Etik Profesi, merupakan pedoman dalam melaksanakan
tugas profesi guru. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam Kode Etik
merupakan bagian dari nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat.
Nilai-nilai social budaya yang sesuai dan perlu untuk tetap dilaksanakan antara
: ramah, baik hati, dapat dipercaya, tanggung jawab, cakap dan terampil, gotong
royong/kerjasama, saling menghormati terutama kepada yang lebih tua, baik dalam
usia, pengalaman, pendidikan maupun kedudukan dalam masyarakat. Penghormatan
kepada orang lain dengan sopan santun misalnya dengan : mendahulukan mereka
untuk lewat, memberi tempat duduk, memberi kesempatan berbicara lebih dahulu,
mengucapkan salam, dan ucapan terima kasih pada setiap jasa sekecil apapun.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut berlaku tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di
Negara lain seperti Asia, Eropa, dan Amerika.Nilai-nilai sosial budaya yang
sesuai dengan etika Profesi tersebut diharapkan oleh masyarakat untuk tetap
dimiliki, diwujudkan dalam perilaku para guru profesional dalam melaksanakan
tugasnya. Dimanapun guru profesional tersebut bertugas disitu pulalah guru juga
perlu menjunjung dan menghormati nilai-nilai sosial budaya yang ada di
masyarakat setempat.
C.
Dampak
Kebudayaan Terhadap Profesi Guru
1. Dampak Positif Kebudayaan Terhadap
Profesi Guru
a.
Menurut
Drs. Arizenjaya, M. Eng.
Menurut Drs.
Arizenjaya, M. Eng. , budaya memilik dampak positif terhadap profesi guru,
misalnya budaya ketelatenan karena orang tua mendidik anaknya menghargai
orang-orang yang lebih dan juga telaten atau tidak gampang menyerah, sehingga
hal ini tentunya berpengaruh terhadap profesi guru. Guru yang memiliki pola
kebiasaan menghargai orang lain dan tidak gampang menyerah akan menjadi guru
yang professional, karena guru tersebut akan bersunggu-sunggu dalam mendidik
bukan karena hanya mengejar gaji upahan atau sertifikasi. Karena orang yang
berprofesi sebagai guru itu harus tulus dan iklas, jika tidak tulus dan iklas
pasti akan jadi guru-guru palsu, maksudnya ialah dia akan menjadi guru
asal-asalan yang hanya masuk di kelas mengabsen memberi tugas dan menilai tanpa
memperhatikan luaran dan keberhasilan dari peserta didiknya.
Menurut Arizenjaya,
dampak positif budaya yakni budaya ketelatenan dan budaya kritis yang bangun
pagi-pagi berangkat kesawa membawa kayu api dari sawa, mengangkat air, memberi
makan ternak setiap hari, kritis dalam mengamati padi kenapa padinya rontok? Kenapa
air disawa ndak mengalir sehingga sawa kering memberi dampak positif terhadap
profesi guru khususnya fisika karena dalam pembelajaran fisika memang
dibutuhkan orang-orang telaten orang yang berjiwa juang yang besar dan berjiwa
pantang menyerah, misalnya dalam pengukuran hokum ohm sala satu pembelajaran
dalam fisika didalam merangkai alat jika terjadi kesalahan merangakai, maka
rangakaian harus dibongkar dan diulangi kembali untuk mencari titik
kesalahannya sampai pada pemeriksaan alat dan kabel-kabel secara teliti. Budaya
kritis juga bagian dari modal.
2. Dampak Negatif Kebudayaan Terhadap
Profesi Guru
a.
Drs.
Arizenjaya, M.eng.
Menurut Drs.
Arizenjaya, M.Eng. , budaya selain memberi dampak positif juga memberi dampak
negatif terhadap profesi guru. Misalnya
budaya yang mengklasifikasi manusia bahwa manusia itu berbeda-beda kastanya itu
memberi dampak negative karena profesi guru itu tidak dapat membeda-bedakan
manusia atau memandang peserta didik yang berbeda-beda walaupun dalam budaya
itu pandangan manusia itu berbeda bahwa ada kasta yang harus ditinggikan dan
ada ada kasta kelas bawa.
Menurut Arizenjaya,
secara khusus budaya juga berpengaru dalam proses pembelajaran fisika peserta
didik maupun masyarakat pada umumnya resisten terhadap perubahan, sedangkan
dalam pembelajaran fisika dinamis berubah. Sebelumnya kita belajar fisika hanya
teori, cukup disampaikan guru dipapan tulis tidak perlu kita praktek sekarang
kita harus praktek dan juga harus menyusun laporan karena yang tidak perlu
menyusun laporan dari kajian teori sampai pada analisis data itu bukan peserta
didik yang ingin berpengetahuan namun sama dengan tukang. Budaya yang lambat
berubah ini menghambat kecepatan perubahan karena dalam belajar fisika harus
dinamis yang harus menempatkan siswa sebagai sentral dari pada pembelajaran itu
sendiri untuk mewujudkan siswa sebagai sentral pembelajaran maka siswa harus
aktif jika bisa semua indra di pergunakan dan dimanfaatkan dalam proses
belajar.
Profesi guru juga
menempatkan keilmuan itu sebagai patokan, misalnya orang yang lebih tinggi
tingkat pengetahuan atau pendidikan walaupun masi muda dapat mendidik orang
yang lebih tua di bidang tertentu karea tingkat pengetahuan pengetahuannya yang
lebih tinggi. Hal ini, berlawan dengan budaya karana ketika dalam budaya
menempatkan orang yang lebih tau lebih diatas kedudukannya, maka dalam profesi
guru hal tersebut tidak berlaku.
Budaya dalam berpakaian
pun berpengaru, budaya di bagian Eropa peserta didik berpakaian renang pun
kesekolah itu hal yang biasa, namun di budaya Timur itu hal yang tidak bias
dilakukan.
D.
Solusi
Mengatasi Dampak-Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru
1. Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng.
Menurut
Drs. Arizenjaya, M. Eng. , solusi mengatasi dampak-dampak kebudayaan terhadap
profesi guru ialah menempatkan manusia sebagai sentral pembangunan, bahwa
apapun yang kita mau bangun ketika manusia sebagi sentalnya itu dapat
menghindari dampak negative dari budaya katakanlah masyarakat Sulawesi Barat
akan dibangun, jika pembangunan Sulawesi Barat menempatkan manusia sebagai
sentral pembangunan maka pendidikan yang harus diutamakan itu berkualitas dan
pendidikan ini harus universal, tidak membedakan setiap daerah misalnya orang
Mamasa, tidak bisa mendapatkan bantuan pendidikan dalam suatu hal tertentu atau
Mandar. Setiap bantuan pendidikan harusnya merata di setiap daerah atau wilah
tertentu. Hal ini diberlakukan di Negara-negara maju bahwa pembangunan yang
berhasil mempercepat kesejahteraan masyarakatnya ialah pembangunan yang
menempatkan manusia sebagai sentral pembangunan, Nation Building pembangunan
suatu bangsa ditentukan oleh strategi pembangunan yang menempatkan manusia
sebagai sentral pembangunan.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Budaya adalah suatu
pola hidup yang tumbuh dan berkembang pada sekelompok manusia yang mengatur
agar setiap individu mengerti apa yang harus dilakukan, dan untuk mengatur
tingkah laku manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Budaya dan
profesi guru saling berkaitan erat dan saling mempengaruhi. Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng., “Pendidikan
yang dinamis berpengaru besar terhadap budaya di sekitar sehingga ada sebuah
lingkaran yang tak berpenghujung bahwa budaya dan pendidikan saling berhubungan
yang dapat saling mengubah.”
Budaya juga menimbulakan dampak-dampak bagi profesi
guru baik dampak positif maupun dampak negatif. Sehingga harus ada solusi dalam
menghadapi hal tersebut, menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng., solusi yang terbaik
ialah menempatkan manusia sebagai sentral dalam proses pembangunan.
Nilai-nilai sosial budaya yang
sesuai dengan etika Profesi tersebut diharapkan oleh masyarakat untuk tetap
dimiliki, diwujudkan dalam perilaku para guru profesional dalam melaksanakan
tugasnya. Dimanapun guru profesional tersebut bertugas disitu pulalah guru juga
perlu menjunjung dan menghormati nilai-nilai sosial budaya yang ada di
masyarakat setempat.
B.
Saran
Menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng., dalam mengagas
proses pembelajaran harus melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran
secara maksimal, sehingga setiap siswa yang melakukan dan terlibat dalam pembelajaran
dapat menggunakan lebih dari satu indara dalam waktu yang sama. Dalam hal ini
harus disiapkan alat-alat penunjang pendidikan yang lebih maksimal seperti
pengadaan laboratorium dan sebagainya. Sehingga terbentuk guru-guru yang
professional dan tulen bukan guru upahan. Guru harus guru tulen yang harus
menggagas proses pembelajaran tanpa henti demi terciptanya pembelajaran yang
profesional dan tanpa memikirkan upah yang diperoleh.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.
2011. Defenisii Kebudayaan Menurut Para
Ahli (online).
https://mediabacaan.blogspot.com/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html diakses
pada tanggal 3 Juni 2019.
Anonim.
2013. Pengertian Budaya, (online). https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-budaya.html diakses pada
tanggal 3 Juni 2019.
Anonim.
2014. Pengertian –guru menurut pakar
pendidikan (online). https://zonainfosemua.blogspot.com/2014/03/pengertian-guru-menurut-pakar-pendidikan.html. diakses
pada tanggal 3 Juni 2019.
Arizenjaya.
2019. Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi
Guru. (hasil wawancara secara langsung tanggal 6 Juni 2019.)
Istiqomah,
Roshydatul. 2018. Meneropong Budaya
Pendidikan di Indonesia, (Online). https://www.kompasiana.com/roshydaist/5aac5913cbe5237fc9306a63/meneropong-budaya-pendidikan-di-indonesia?page=all
diakses pada tanggal 3 Juni 2019.
Mora,
Lori. 2012. Lestarikan Budaya Lewat Pendidikan, (Online). https://www.kompasiana.com/loreiy/5518e516a33311dc12b6593e/lestarikan-budaya-lewat-pendidikan diakses pada
tanggal 3 Juni 2019.
Lampiran
Biodata
Narasumber 1
A.
IDENTITAS
1. Nama
Lengkap : Drs.
Arizenjaya, M. Eng.
2. Tempat/Tgl.
Lahir : Polewali, 7 September
1965
3. Jenis
Kelamin : Laki-laki
4. Pekerjaan : Guru SMA Negeri 1
Sumarorong, Kab. Mamasa
5. N
I P. : 19650907
199602 1 001
6. Pangakat/Gol.
Ruang : Pembina Tkt. I, IV/b
B.
RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Pendidikan
Dasar : a. SD Negeri No. 001 Mamasa
b. SLTP Negeri 1 Mamasa
2. Pendidikan
Menengah : SMA Negeri 2 Ujung Pandang
3. Pendidikan
Tinggi :
a. Jurusan
Pendidikan Fisika, FMIPA IKIP Ujung Pandang (Universitas Negeri Makassar).
b. Konsentrasi
Renewable Energi/Aplikasi Fisika Magister Sistem Teknik ( Engineering system)
Fakultas Teknik Universitas Gaja Mada Yogyakarta.
Biodata
Narasumber 2
A. IDENTITAS
7. Nama
Lengkap : Hesron Y.
8. Tempat/Tgl.
Lahir : Kalai, 31 Oktober 1997
9. Jenis
Kelamin : Laki-laki
10. Pekerjaan : Pelajar/ Mahasiswa
11. N
I M. : H04
17 505
12. Jurusan : Pendidikan Fiska Unsulbar
C.
RIWAYAT PENDIDIKAN
4. Pendidikan
Dasar : a. SD Negeri No. 014 Salubassi, Mamasa
b.
SMP Negeri 1 Sumarorong
5. Pendidikan
Menengah : SMA Negeri 1 Sumarorong
6. Pendidikan
Tinggi :
a. S
1 Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sulawesi Barat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar