Kamis, 10 Oktober 2019

Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru


Mata Kuliah Profesi Keguruan
Dosen Pengampu: Dr. Muh. Jamil Barambangi, M.Pd

MAKALAH
DAMPAK KEBUDAYAAN TERHADAP PROFESI GURU



HESRON Y.
H04 17 505
Kelas B


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkatt dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini merupakan sala satu tugas dalam rangka dalam rangka melengkapi tugas mata kuliah Filsafat Sains. Adapun judul dari makalah ini adalah “Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru”. Isi makalah ini dilengkapi dengan  pendapat dari beberapa Narasumber yang berprofesi sebagi guru sehingga dapat lebih memudahkan kita memahami dampak kebudayaaan terhadap profesi guru.
Ucapan terimah kasih kepada dosen mata kuliah Profesi Keguruan, Dr. Muh. Jamil Barambangi, M.pd. , atas ilmu serta bimbingannya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih bersifat sederhana dan terbatas, baik isi maupun ruang lingkup kajiannya. Oleh karena itu, diperlukan kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki penyusunan makalah berikutnya.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah wawasan bagi setiap pembacanya  dan menjadi bahan referensi kedepannya serta melengkapi kekuarangan yang terdapat dalam makalah ini. Mengingat kurangnya pengetahuan maupun pengalaman penulis.


Majene, 7 Juni 2019


Penulis




DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                .....    i
Daftar Isi .............................................................................................................    ii

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ......................................................................................  1
B.     Rumusan Masalah ................................................................................. 2
C.     Tujuan ................................................................................................... 2
D.    Manfaat ................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Defenisi kebudayaan dan profesi guru ..........................................       4
B.     Hubungan kebudayaan dengan profesi guru .................................       7
C.     Dampak yang ditimbulkan kebudayaan terhadap profesi guru .....       9
D.    Solusi mengatasi dampak yang ditimbulkan kebudayaan .............       11
BAB III PENUTUP                                                                                                 
A.    Kesimpulan ......................................................................................... 12
B.     Saran ................................................................................................... 12

Daftar Pustaka ...............................................................................................     13
Lampiran .............................................................................................................. 14






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Guru merupakan sala satu profesi yang sangat banyak digeluti oleh orang-orang di masa kini. Selain karena dianggap sala satu profesi yang baik juga kerena berbagai hal- hal lain seperti wadah untuk menuangakan talenta yang dimiliki juga karena orang-orang tertarik dengan gaji yang lumayan untuk kehidupan sehari hari apalagi ditambah dengan adanya sertifikasi membuat orang-orang semakin mengejar profesi guru. Dalam dunia pendidikan tentunya tidak lepas dengan peran salah satu profesi yaitu profesi guru. Dari 2 kata ini profesi dan guru. Dimana Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut (Suaidinmath, 2014).
Banyak yang tidak menyangka bahwa terlepas dari itu, ternyata banyak juga kendala-kendala yang dihadapi orang-orang yang berprofesi sebagi guru, sala satunya adalah kebudayaan. Kebudayaan ini memberi pengaruh yang cukup besar terhadap profesi guru, baik dampak positif maupun negatif. Dalam suatu pendidikan tidak lepas dari hal yang namanya kebudayaan. Karenanya budaya tidak tidak dapat dihilangkan dalam suatu dunia pendidikan. Budaya yang dimaksud disini adalah tradisi, nilai, norma dan kebijakan yang menjadi acuan dan keyakinan yang ada sejak dahulu. Dalam dunia pendidikan sejak dahulu kemauan peserta didik akan belajar sangat tinggi karena tidak segampang sekarang ini menduduki/merasakan dunia pendidikan. Berbeda dengan era globalisasi sekarang ini para kalangan anak-anak mulai dari usia yang menginjakkan kaki sekolah dasar pun sudah terbilang mudah untuk merasakan yang namanya masuk sekolah. Selain itu, nila etika dan moral pun juga berbeda pada kalangan peserta didik dahulu sangat mementingkan nilai etika dan moral sesuai dengan suku atau budaya yang ada didaerahnya, berbeda dengan sekarang para peserta didik semenah-menah melakukan apapun yang mereka sukai, kurang menghargai guru, bertindak seakan-akan mereka yang membangun sekolah ini dikarenakan karena mengambil nama jabatan orang tuanya. Sehingga di era sekarang ini kebanyakan peserta didik nilai-nilai budaya yang ada dalam dirinya pun sedikit demi sedikit mulai menghilang yang disebebkan oleh opengaruh globalisasi dan proses pembangunan karakter budayanya yang sudah menghilang. Dengan begitu untuk memahami lebih lanjut maka akan dijelaskan dalam pembahasan makalah ini.

B.     Rumusan Masalah
Adapaun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.      Apa defisini dari budaya dan profesi guru?
2.      Bagaimana hubungan antara budaya dan profesi guru di Indonesia ?
3.      Apa dampak positif budaya terhadap profesi guru?
4.      Apa dampak negatif budaya terhadap profesi guru ?
5.      Bagaimana solusi mengatasi dampak-dampak yang ditimbulkan budaya terhadap profesi guru?
6.      Yang mana yang perlu dikedepankan, budaya atau pendidikan?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui apa defisini dari budaya dan profesi guru.
2.      Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara budaya dan profesi guru di Indonesia ?
3.      Untuk mengetahui apa dampak positif budaya terhadap profesi guru ?
4.      Untuk mengetahui apa dampak negatif budaya terhadap profesi guru ?
5.      Untuk mengetahui bagaimana solusi mengatasi dampak-dampak yang ditimbulkan budaya terhadap profesi guru ?
6.      Untuk mengetahui yang mana yang perlu dikedepankan, budaya atau pendidikan?


D.    Manfaat
            Makalah ini diharapkan dapat memberi sumbangan teoretis terkait dampak-dampak kebudayaan terhadap pendidikan terkait dengan  profesi guru khususnya. Serta dapat menjadi referensi untuk semua pihak terkhusus bagi kalangan yang berprofesi sebagai guru.



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Definisi Budaya dan Profesi Guru
1.      Defenisi Budaya Sesuai Hasil Wawancara
a.      Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng.
   Menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng. , budaya ialah kebiasaan atau cara hidup baik secara individu maupun kolektif dari manusia sesuai dengan akal budi yang secara dinamis mengalami perubahan sesuai dengan tantangan zaman. Didunia modern yang sekarang ini tentu berbeda dengan 10 atau 100 tahun yang lalu karena kondisi kondisi zamannya berbeda yang diimplementasikan dalam hidupnya. Cara hidup orang-orang disekitar 50-an tahun yang lalu dengan perkasanya menunggangi Kuda membawa segalah keperluan, di jaman yang sekarang di kota-kota termasuk didesa sekalipun suda mulai menggunakan kendaraan seperti motor bahkan mobil.
b.      Hesron Y.
  Menurut Hesron Y. budaya ialah suatu pola atau cara hidup yang menjadi ciri khas dan melekat dalam setiap individu atau sekelompok manusia pada suatu tempat atau wilayah tertuntu yang menjadi kebiasaan dalam hidup dan penghidupannya yang dipengaruhi oleh kondisi alam lingkungan sekitar dan relatif mengalami perubahan sesuai dengan tantangan Zaman. Setiap daerah atau tempat memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya yang diwujudkan dalam polah hidup dan tingka lakunya, kebiasaan masyarakat atau orang-orang yang ada di daerah dataran tinggi dan dataran rendah berbeda, kebiasaan orang-orang yang berdomisili di suatu tempat atau daerah seperti Mamasa, Mandar, Bugis dan Toraja tentunya berbeda yang dapat diamati lewat pola hidup dan tingka laku orang-orang atau masyarakat tersebut.
  
2.      Definisi Budaya Menurut Para Ahli
a.      Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
b.      Richard brisling (1990: 11)
 Kebudayaan sebagain mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
c.       Croydon (1973: 4)
Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.
d.      Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.
e.       Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
f.       Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.

g.      Ki Hajar Dewantara
    Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

3.      Defenisi Profesi Guru
Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pengertian guru diperluas menjadi pendidik yang dibutuhkan secara dikotomis tentang pendidikan. Pada bab XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Dijelaskan pada ayat 2 yakni pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Hasil motivasi berprestasi, melakukan bimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Menurut Husnul Chotimah (2008) Guru dalam pegertian sederhana adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik.
Menurut Dri Atmaka (2004: 17) pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya. Agar tercapai tingkat kedewasaan mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai mahluk Tuhan, mahluk sosial dan mahluk individu yang mandiri.
Menurut Mulyasa (2003: 53) pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.
Menurut Ahmadi (1977: 109) pendidik adalah sebagai peran pembimbing dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
Menurut Dr. Jamil Barambangi, M.Pd. profesi guru ialah segala hal yang berkaitan dengan pengajaran, didikan, membimbing, menilai, dan mengevaluasi proses pembelajaran dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993: 288) guru adalah orang yang pekerjaannya, mata pencahariannya, dan profesinya mengajar.

B.     Hubungan Budaya dengan Profesi Guru
1.      Menurut Narasumeber Sesuai Hasil Wawancara
a.       Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng.
Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng. ,Budaya hasil akal budi manusia sangat erat hubungannya dengan profesi guru. Budaya sangat berpengaruh terhadap profesi guru begitupun sebaliknya arah dan kebijakan pendidikan mempengaruhi budaya. Pendidikan yang dinamis berpengaru besar terhadap budaya di sekitar sehingga ada sebuah lingkaran yang tak berpenghujung bahwa budaya dan pendidikan saling berhubungan yang dapat saling mengubah. Dari hasil pemikiran manusia yang dapat menghasilkan mobil, handphone yang pada awalnya dipengaruhi budaya juga hasilnya dapat berpengaru terhadap budaya tersebut. Yang dulu menggunakan Kuda yang hidup dengan bahan makanan bersumber dari alam seperti rumput, dizaman sekarang ini menggunakan Kuda yang mati yang menggunakan mesin seperti mobil dan motor yang menggunakan energy bahan bakar solar atau bensin yang merupakan hasil dari pemikiran manusia.


b.      Menurut Hesron Y.
Menurut Hesron Y. ,budaya dan profesi guru saling berkaitan erat. Dari budaya yang berlaku disuatu tempat atau wilayah tertentu berpengaru besar terhadap profesi guru. Misalnya dari polah atau cara mengajar guru yang berasl dari daerah pegunungan yang biasanya erat dengan budaya nada bahasa yang keras, jika mendidik didaerah yang dengan kebiasaan polah hidupnya lema lembut itu akan sengat berpengaru terhadap profesinya sebagi guru. Bisa saja para peserta didik menganggap bahwa guru tersebut tiap hari saat mengajar sedang marah, sehinggan karirnya sebagai guru kurang professional. Juga profesi sebagai guru berpengaruh besar terhadap budaya. Orang yang berprofesi sebagai guru tentunya berbeda cara atau polah hidupnya dengan seorang petani. Misalnya dari cara berpakaian atau cara berbicaranya berbeda. Sehingga profesi sabagi guru dan budaya itu saling berkaitan erat.
Salah satu bentuk kongkrit dari sistem nilai yang dijadikan norma bagi masyarakat profesi adalah “Kode Etik Profesi”. Kode Etik Profesi, merupakan pedoman dalam melaksanakan tugas profesi guru. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam Kode Etik merupakan bagian dari nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Nilai-nilai social budaya yang sesuai dan perlu untuk tetap dilaksanakan antara : ramah, baik hati, dapat dipercaya, tanggung jawab, cakap dan terampil, gotong royong/kerjasama, saling menghormati terutama kepada yang lebih tua, baik dalam usia, pengalaman, pendidikan maupun kedudukan dalam masyarakat. Penghormatan kepada orang lain dengan sopan santun misalnya dengan : mendahulukan mereka untuk lewat, memberi tempat duduk, memberi kesempatan berbicara lebih dahulu, mengucapkan salam, dan ucapan terima kasih pada setiap jasa sekecil apapun. Kebiasaan-kebiasaan tersebut berlaku tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Negara lain seperti Asia, Eropa, dan Amerika.Nilai-nilai sosial budaya yang sesuai dengan etika Profesi tersebut diharapkan oleh masyarakat untuk tetap dimiliki, diwujudkan dalam perilaku para guru profesional dalam melaksanakan tugasnya. Dimanapun guru profesional tersebut bertugas disitu pulalah guru juga perlu menjunjung dan menghormati nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat setempat.

C.    Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru
1.      Dampak Positif Kebudayaan Terhadap Profesi Guru
a.      Menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng.
Menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng. , budaya memilik dampak positif terhadap profesi guru, misalnya budaya ketelatenan karena orang tua mendidik anaknya menghargai orang-orang yang lebih dan juga telaten atau tidak gampang menyerah, sehingga hal ini tentunya berpengaruh terhadap profesi guru. Guru yang memiliki pola kebiasaan menghargai orang lain dan tidak gampang menyerah akan menjadi guru yang professional, karena guru tersebut akan bersunggu-sunggu dalam mendidik bukan karena hanya mengejar gaji upahan atau sertifikasi. Karena orang yang berprofesi sebagai guru itu harus tulus dan iklas, jika tidak tulus dan iklas pasti akan jadi guru-guru palsu, maksudnya ialah dia akan menjadi guru asal-asalan yang hanya masuk di kelas mengabsen memberi tugas dan menilai tanpa memperhatikan luaran dan keberhasilan dari peserta didiknya.
Menurut Arizenjaya, dampak positif budaya yakni budaya ketelatenan dan budaya kritis yang bangun pagi-pagi berangkat kesawa membawa kayu api dari sawa, mengangkat air, memberi makan ternak setiap hari, kritis dalam mengamati padi kenapa padinya rontok? Kenapa air disawa ndak mengalir sehingga sawa kering memberi dampak positif terhadap profesi guru khususnya fisika karena dalam pembelajaran fisika memang dibutuhkan orang-orang telaten orang yang berjiwa juang yang besar dan berjiwa pantang menyerah, misalnya dalam pengukuran hokum ohm sala satu pembelajaran dalam fisika didalam merangkai alat jika terjadi kesalahan merangakai, maka rangakaian harus dibongkar dan diulangi kembali untuk mencari titik kesalahannya sampai pada pemeriksaan alat dan kabel-kabel secara teliti. Budaya kritis juga bagian dari modal.
   
2.      Dampak Negatif Kebudayaan Terhadap Profesi Guru
a.      Drs. Arizenjaya, M.eng.
Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng. , budaya selain memberi dampak positif juga memberi dampak negatif terhadap profesi guru.  Misalnya budaya yang mengklasifikasi manusia bahwa manusia itu berbeda-beda kastanya itu memberi dampak negative karena profesi guru itu tidak dapat membeda-bedakan manusia atau memandang peserta didik yang berbeda-beda walaupun dalam budaya itu pandangan manusia itu berbeda bahwa ada kasta yang harus ditinggikan dan ada ada kasta kelas bawa.
Menurut Arizenjaya, secara khusus budaya juga berpengaru dalam proses pembelajaran fisika peserta didik maupun masyarakat pada umumnya resisten terhadap perubahan, sedangkan dalam pembelajaran fisika dinamis berubah. Sebelumnya kita belajar fisika hanya teori, cukup disampaikan guru dipapan tulis tidak perlu kita praktek sekarang kita harus praktek dan juga harus menyusun laporan karena yang tidak perlu menyusun laporan dari kajian teori sampai pada analisis data itu bukan peserta didik yang ingin berpengetahuan namun sama dengan tukang. Budaya yang lambat berubah ini menghambat kecepatan perubahan karena dalam belajar fisika harus dinamis yang harus menempatkan siswa sebagai sentral dari pada pembelajaran itu sendiri untuk mewujudkan siswa sebagai sentral pembelajaran maka siswa harus aktif jika bisa semua indra di pergunakan dan dimanfaatkan dalam proses belajar.
Profesi guru juga menempatkan keilmuan itu sebagai patokan, misalnya orang yang lebih tinggi tingkat pengetahuan atau pendidikan walaupun masi muda dapat mendidik orang yang lebih tua di bidang tertentu karea tingkat pengetahuan pengetahuannya yang lebih tinggi. Hal ini, berlawan dengan budaya karana ketika dalam budaya menempatkan orang yang lebih tau lebih diatas kedudukannya, maka dalam profesi guru hal tersebut tidak berlaku.
Budaya dalam berpakaian pun berpengaru, budaya di bagian Eropa peserta didik berpakaian renang pun kesekolah itu hal yang biasa, namun di budaya Timur itu hal yang tidak bias dilakukan.
  

D.    Solusi Mengatasi Dampak-Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru
1.      Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng.
Menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng. , solusi mengatasi dampak-dampak kebudayaan terhadap profesi guru ialah menempatkan manusia sebagai sentral pembangunan, bahwa apapun yang kita mau bangun ketika manusia sebagi sentalnya itu dapat menghindari dampak negative dari budaya katakanlah masyarakat Sulawesi Barat akan dibangun, jika pembangunan Sulawesi Barat menempatkan manusia sebagai sentral pembangunan maka pendidikan yang harus diutamakan itu berkualitas dan pendidikan ini harus universal, tidak membedakan setiap daerah misalnya orang Mamasa, tidak bisa mendapatkan bantuan pendidikan dalam suatu hal tertentu atau Mandar. Setiap bantuan pendidikan harusnya merata di setiap daerah atau wilah tertentu. Hal ini diberlakukan di Negara-negara maju bahwa pembangunan yang berhasil mempercepat kesejahteraan masyarakatnya ialah pembangunan yang menempatkan manusia sebagai sentral pembangunan, Nation Building pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh strategi pembangunan yang menempatkan manusia sebagai sentral pembangunan.
  

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Budaya adalah suatu pola hidup yang tumbuh dan berkembang pada sekelompok manusia yang mengatur agar setiap individu mengerti apa yang harus dilakukan, dan untuk mengatur tingkah laku manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Budaya dan profesi guru saling berkaitan erat dan saling mempengaruhi. Menurut Drs. Arizenjaya, M.Eng., “Pendidikan yang dinamis berpengaru besar terhadap budaya di sekitar sehingga ada sebuah lingkaran yang tak berpenghujung bahwa budaya dan pendidikan saling berhubungan yang dapat saling mengubah.”
Budaya juga menimbulakan dampak-dampak bagi profesi guru baik dampak positif maupun dampak negatif. Sehingga harus ada solusi dalam menghadapi hal tersebut, menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng., solusi yang terbaik ialah menempatkan manusia sebagai sentral dalam proses pembangunan.
Nilai-nilai sosial budaya yang sesuai dengan etika Profesi tersebut diharapkan oleh masyarakat untuk tetap dimiliki, diwujudkan dalam perilaku para guru profesional dalam melaksanakan tugasnya. Dimanapun guru profesional tersebut bertugas disitu pulalah guru juga perlu menjunjung dan menghormati nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat setempat.
B.     Saran
Menurut Drs. Arizenjaya, M. Eng., dalam mengagas proses pembelajaran harus melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran secara maksimal, sehingga setiap siswa yang melakukan dan terlibat dalam pembelajaran dapat menggunakan lebih dari satu indara dalam waktu yang sama. Dalam hal ini harus disiapkan alat-alat penunjang pendidikan yang lebih maksimal seperti pengadaan laboratorium dan sebagainya. Sehingga terbentuk guru-guru yang professional dan tulen bukan guru upahan. Guru harus guru tulen yang harus menggagas proses pembelajaran tanpa henti demi terciptanya pembelajaran yang profesional dan tanpa memikirkan upah yang diperoleh.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Defenisii Kebudayaan Menurut Para Ahli (online). https://mediabacaan.blogspot.com/2011/03/definisi-kebudayaan-menurut-para-ahli.html diakses pada tanggal 3 Juni 2019.
Anonim. 2013. Pengertian Budaya, (online). https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-budaya.html diakses pada tanggal 3 Juni 2019.
Anonim. 2014. Pengertian –guru menurut pakar pendidikan (online). https://zonainfosemua.blogspot.com/2014/03/pengertian-guru-menurut-pakar-pendidikan.html. diakses pada tanggal 3 Juni 2019.
Arizenjaya. 2019. Dampak Kebudayaan Terhadap Profesi Guru. (hasil wawancara secara langsung tanggal 6 Juni 2019.)
Istiqomah, Roshydatul. 2018. Meneropong Budaya Pendidikan di Indonesia, (Online). https://www.kompasiana.com/roshydaist/5aac5913cbe5237fc9306a63/meneropong-budaya-pendidikan-di-indonesia?page=all diakses pada tanggal 3 Juni 2019.
Mora, Lori. 2012. Lestarikan Budaya Lewat Pendidikan, (Online). https://www.kompasiana.com/loreiy/5518e516a33311dc12b6593e/lestarikan-budaya-lewat-pendidikan diakses pada tanggal 3 Juni 2019.



 
Lampiran
Biodata Narasumber 1
A.    IDENTITAS
1.      Nama Lengkap                  : Drs. Arizenjaya, M. Eng.
2.      Tempat/Tgl. Lahir             : Polewali, 7 September 1965
3.      Jenis Kelamin                    : Laki-laki
4.      Pekerjaan                           : Guru SMA Negeri 1 Sumarorong, Kab. Mamasa
5.      N I P.                                : 19650907 199602 1 001
6.      Pangakat/Gol. Ruang        : Pembina Tkt. I, IV/b
B.     RIWAYAT PENDIDIKAN
1.      Pendidikan Dasar              : a.  SD Negeri No. 001 Mamasa
                                            b. SLTP Negeri 1 Mamasa
2.      Pendidikan Menengah      : SMA Negeri 2 Ujung Pandang
3.      Pendidikan Tinggi            :
a.       Jurusan Pendidikan Fisika, FMIPA IKIP Ujung Pandang (Universitas Negeri Makassar).
b.      Konsentrasi Renewable Energi/Aplikasi Fisika Magister Sistem Teknik ( Engineering system) Fakultas Teknik Universitas Gaja Mada Yogyakarta.
                                           

                             
Biodata Narasumber 2

A.    IDENTITAS
7.      Nama Lengkap                  : Hesron Y.
8.      Tempat/Tgl. Lahir             : Kalai, 31 Oktober 1997
9.      Jenis Kelamin                    : Laki-laki
10.  Pekerjaan                           : Pelajar/ Mahasiswa
11.  N I M.                               : H04 17 505
12.  Jurusan                              : Pendidikan Fiska Unsulbar
C.     RIWAYAT PENDIDIKAN
4.      Pendidikan Dasar              : a.  SD Negeri No. 014 Salubassi, Mamasa
                                            b. SMP Negeri 1 Sumarorong
5.      Pendidikan Menengah      : SMA Negeri 1 Sumarorong
6.      Pendidikan Tinggi            :
a.       S 1 Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sulawesi Barat
                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Filsafat (Arti Sains, Agama, Kebenaran, dan Filsafat Sains)

Arti Sains, Agama, Kebenaran, dan Filsafat Sains Sains Sains adalah pengetahuan mengenai fenomena-fenomena spasio-...